Saturday, 22 October 2016

Visi Dan Misi IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammdiyah)

Seperti yang dirumuskan dalam AD IMM, tujuan didirikannya IMM adalah: “Mengusahakan terbentuknya akademisi muslim yang berakhlak mulia dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah”. Tujuan ini kemudian dijabarkan dalam bentuk misi yang wajib diemban oleh setiap kader ikatan yang terdiri dari misi keagamaan, keintelektualan, dan kemasyarakatan.

Visi adalah “seperangkat pengetahuan yang diyakini kebenarannya yang akan memberi arahan tujuan yang akan dicapai sekaligus memberi arahan proses untuk mencapai tujuan”. Dalam konseptualisasi gerakan ini visi yang dicita-citakan harus senantiasa terpelihara secara kokoh di dalam “state of mine” kader-kader persyarikatan yang dibina oleh Ikatan sebagai bentuk pelestarian dokrin dan loyalitas kelembagaan. Dengan demikian integrasi dari misi dan visi ikatan ini menjadi mainstream yang secara komunalitas akan membingkai kader-kader Ikatan dalam satu kerangka keseragaman paradigmatik atau pola pikir yang dikembangkan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah.

Misi dan Visi gerakan IMM tertuang dalam Tri Cita Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah adalah :
  • Keagamaan (religiusitas)
Sebagai organisasi kader yang berintikan nilai-nilai religiusitas, IMM senantiasa memberikan pembaruan keagamaan menyangkut pemahaman pemikiran dan realisasinya, dengan kata lain menolak kejumudan. Menjadikan Islam dalam setiap proses sebagai idealitas sekaligus jiwa yang menggerakkan. Motto yang harus diaktualisasikan adalah :
“Dari Islam kita berangkat (landasan & semangat) dan kepada islam lah kita berproses (sebagai cita-cita)”
  • Keintelektualan (Intelektualitas)
Dalam tataran intelektual IMM berproses untuk menjadi “centre of excellent”, pusat-pusat keunggulan terutama sisi intelektual. Organisasi ini diharapkan mampu menjadi sumber ide-ide segar pembaharuan. Sebagai kelompok intelektual, kader IMM harus berpikir universal tanpa sekat eksklusivisme. Produk-produk pemikirannya tidak bernuansa kepentingan kelompok dan harus bisa menjadi rahmat untuk semua umat.
  • Kemasyarakatan (humanitas)
Perubahan tidak dapat terwujud hanya dengan segudang konsepsi. Yang tak kalah pentingnya adalah perjuangan untuk mewujudkan idealitas (manifestasi gerakan). Kader IMM harus senantiasa berorientasi objektif, agar idealitas dapat diwujudkan dalam realitas. Namun perlu dicatat, membangun peradaban tidak dapat dilakukan sendirian (eksclusif), dalam arti kita harus menerima dialog dan bekerjasama dengan kekuatan lain dalam perjuangan.

Profil Kader IMM

Tiga kompetensi dasar di atas harus terinternalisasi melalui proses dan kultur IMM. Indikasi dari terpenuhinya kemampuan-kemampuan tersebut dapat dinilai dari 3 kadar indikator, yaitu:
1) Kompetensi Dasar Keagamaan
  • Akidah yang terimplementasi.
  • Tertib dalam ibadah.
  • Menggembirakan dakwah Islam amar ma’ruf nahi mungkar.
  • Akhlaqul karimah.
2) Kompetensi Dasar Keintelektualan
  • Kemampuan bersikap rasional dan logis.
  • Ketekunan dalam kajian dan pengembangan ilmu pengetahuan.
  • Pengembangan kemampuan manajerial.
  • Terbuka terhadap pandangan baru.
  • Memiliki tanggung jawab sosial dengan mengembangkan kesadaran ilmiah.
3) Kompetensi dasar Humanis atau Kerakyatan

  • Agamis dan senantiasa setia terhadap keyakinan dan cita-cita.
  • Rasa solidaritas sosial.
  • Sikap kepemimpinan sosial dan kepeloporan.
  • Bersikap kritis terhadap diri dan lingkungan.
  • Kedewasaan sikap yang tercermin dari kedalaman wawasan.
  • Berpribadi Muhammadiyah.

MUQODIMAH

Assalamualaikum wr. wb

Alhamdulillah, blog pertama IMM Komisariat FISIPOL Universitas Muhammadiyah Jember sudah jadi. Disini, kami akan sharing-sharing mengenai keorganisasian dan ilmu lain juga tentang segala program kerja IMM Komisariat FISIPOL.
Jika ada sesuatu yang terselip di dalam pikiran maupun dalam hati pembaca silahkan tinggalkan pesan dan komentar melalui email kami, ifisipol@gmail.com
Semoga bermanfaat bagi kita semua. Wabillahi fisabilhaq fastabiqul khoirat


Wassalamualaikum wr. wb